Menelusur Kei, sebuah ekshibisi oleh Arsitektur Hijau yang ingin bercerita tentang masyarakat, bentang alam, dan budaya Tanimbar Kei—sebuah pulau kecil bagian dari Kepulauan Kei.

Perjalanan menuju Pulau Tanimbar Kei

Arsitektur Hijau (Arjau) sendiri merupakan organisasi wadah minat yang bergerak dalam pendokumentasian arsitektur vernakular Nusantara. Arjau berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Unpar, Bandung. Sejak berdiri pada 1985, Arjau ini telah melakukan ekspedisi ke berbagai tempat di Indonesia, salah satunya adalah Tanimbar Kei di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, pada tahun 2017 yang lalu.

Pulau kecil Tanimbar Kei memiliki bentang alam yang didominasi oleh perairan jernih yang tenang, dengan pantai berpasir putih, dan daratan yang kaya akan berbagai flora dan fauna. Kekayaan alam yang dimiliki menjadi penunjang kehidupan masyarakat Tanimbar Kei. Masyarakat Tanimbar Kei adalah gambaran masyarakat yang majemuk, setidaknya terdapat lima agama dan kepercayaan: Hindu, Protestan, Katolik, Advent, dan Islam.

Ekspeditor dengan masyarakat Tanimbar Kei

Tanimbar Kei terbagi menjadi tiga kampung yaitu Kampung Bawah, Kampung Atas, dan Kampung Mun. Kampung bawah terletak di dekat pesisir yang memiliki dermaga. Seperti namanya, Kampung Atas terletak di bagian daratan yang lebih tinggi, terpisah oleh tebing setinggi 8 meter. Keduanya kampung itu dihubungkan oleh satu tangga kayu dan dua tangga beton. Setiap rumah adat (rahan) di Tanimbar Kei memiliki fungsi yang berbeda. Setidaknya terdapat dua puluh tiga rahan yang diantaranya memiliki fungsi untuk tempat penyimpanan tulang-belulang hewan, ruang upacara adat, ruang rapat adat, puskesmas, dan rumah kepala adat.

Tangga menuju Kampung Atas di Tanimbar Kei

Salah satu Rahan (Rumah Adat) di Tanimbar Kei

Pada tanggal 30 Maret sampai dengan 13 April yang lalu, Arjau menghadirkan cerita dan keindahan Tanimbar Kei ke dalam rangkaian pameran Menelusur Kei di Masagi Koffee, Ciumbuleuit. Selama dua minggu, pengunjung dapat mengenal Tanimbar Kei lebih dalam dengan berkeliling di eksibisi yang terletak di halaman Masagi Koffee, melalui narasi, foto-foto, maket, bahkan experience 360 dan virtual reality oleh ARS app.

Maket massa salah satu Rahan di Tanimbar Kei

Maket Kampung Tanimbar Kei

Pameran Menelusur Kei memiliki dua acara utama yaitu Bedah Buku Ohoi Tanebar Evav oleh ekspeditor Tanimbar Kei pada tanggal 30 Maret, dan talkshow bertema Dilema Arsitektur Nusantara: Menjadi Berada, Menjadi Tiada pada tanggal 7 April, yang membahas tentang dampak publikasi kampung vernakular dan juga esensi desain arsitektur nusantara. Talkshow ini dimoderatori oleh Ibu Yenny Gunawan (arsitek), dengan pembicara Ibu Wita Agustina (masterplanner), Bapak Feri Latief (fotografer), Bapak Yu Sing (arsitek), dan Bapak Eko Prawoto (arsitek).

Dari kiri: Moderator Ibu Yenny Gunawan (arsitek), dengan pembicara Ibu Wita Agustina (masterplanner), dan Bapak Feri Latief (fotografer)

Dari kiri: Bapak Yu Sing (arsitek), dan Bapak Eko Prawoto (arsitek).